Siraman Rohani

Grup Google
Langgani GROUP PBJ
Email:
Kunjungi grup ini

Serangan Tomcat

Sabtu, 24 Maret 2012

 Nama Am: Kumbang Rove
Nama Saintifik : Staphylinidae (Insecta: Coleoptera: Staphylinidae)
Nama Setempat: Semut Semai, Semut Kayap, Charlie dll
Spesies: Ädâ sekitar 47 000 Spesies
Habitat: Sawah padi dan padang sekolah.

Cairan hemolimfe yang terdapat di dalam badan (kecuali sayap) kumbang ini mengandung toksin sentuh hewan yang paling berbisa di dunia. Toksin ini dikenal sebagai 'Pederin' (C24 H43 O9 N) ditemukan pada tahun 1953.
Racun ini 12 kali lebih kuat daripada venom ular
tedung. Kumbang rove yang telah dikeringkan dan disimpan selama 8 tahun masih tetap beracun.
Nasihat kepada penduduk yang dijangkiti:
Kurangi penggunaan cahaya lampu pada waktu malam, karena kumbang rove amat tertarik kepada cahaya. Gunakan aerosol anti serangga, perangkap berpelekat atau
kelambu nyamuk yang halus

Hindari duduk dekat cahaya dan jika dihinggapi kumbang rove, jangan ditepuk, sebaiknya hembus/tiup supaya menghindar.. Jika bersentuhan dengan kumbang rove, cepat-cepatlah basuh pada bagian yang terkena kumbang rove dengan sabun dan air. (Sumber : pak hIdali)
Copas dari tetangga sblh Jika ada yg kena Tomcat, cepat cuci air bersih, kasih salep hydrocortisone 1% or Salep betametasone+antibiotik neomycin sulfat-3xsehari or Salep Acyclovir 5%  Binatangnya kyk kalajengking tp kecil pnjang warna merah belang hitam.. Klo digigit jadinya kyk herpes merah dan tengahnya bernanah diameter 2cm dan terus membesar bila tidak di tanggulangi

Jutaan Tomcat Serang Apartemen Pakuwon City Surabaya

suarasurabaya.net| Fenomena serangan serangga melanda kawasan Laguna tepatnya di Apartemen Pakuwon City, Surabaya, sejak seminggu lalu. Sejenis serangga yang diduga disebut Tomcat atau kumbang rove ini berjumlah jutaan dan mulai menyebar ke seluruh apartemen.

Serangga yang memiliki kemiripan dengan tawon ini, ukurannya tidak sampai 1 cm, warna kulitnya hitam dan ada corak warna orange. Warga mulai resah karena serangga ini. Tomcat otomatis akan mengeluarkan cairan apabila terjadi sentuhan atau benturan dengan kulit manusia secara langsung. Yang sudah terjadi setelah terkena cairan beracun ini membuat kulit melepuh, terasa panas, gatal-gatal dan meninggalkan bekas atau noda hitam.

Warga menduga awal munculnya serangga ini berasal dari belakang apartemen yang sedang dilakukan penggalian dan penimbunan untuk pembuatan bangunan yang baru.

“Saya takut keluar rumah, karena serangga ini setiap hari semakin banyak jumlahnya. Warga sudah banyak yang terkena sentuhan Tomcat ini, sampai badannya melepuh dan bentol-bentol semua. Warga yang mau keluar rumah juga banyak yang memakai kerudung atau baju lengan panjang agar tidak bersentuhan dengan serangga ini, “ kata Mega satu diantara penghuni rumah di sekitar Pakuwon City, yang adiknya menempati juga apartemen Pakuwon City, saat dihubungi suarasurabaya.net, Kamis (15/3/2012).

Serangga banyak muncul di celah-celah dinding dan tempat – tempat yang terang. Warga hanya bisa melakukan pencegahan sebatas penyemprotan dengan pestisida. Tetapi langkah antisipasi itu tidak banyak membantu karena jumlah serangga semakin banyak. (dwi/ipg)

Teks Foto:
- Serangga Tomcat dan effect cairannya yang beracun saat terkena kulit manusia.
Berita terkait :
1.   Warga Surabaya Mengadu Serangan Tomcat di Facebook E100
2.   Grup Pakuwon : Tomcat Mengganggu Perekonomian Surabaya
3.   Serangan Meluas Tomcat Menyerang 11 Murid di SD Al Muttaqien
4.   Efek Racun Tomcat dan Herpes Mirip, Tapi Berbeda !
5.   Tomcat Resahkan Penghuni Apartemen East Coast Pakuwon City
6.   Serbuan Tomcat ke Penduduk Karena Faktor Cahaya dan Tanaman
7.   Tomcat di Bekasi Jaya, Dulu Malah Lebih Banyak
8.   Wabah tomcat karena alih fungsi lahan
9.   SERANGGA BERMASALAH Tomcat Sudah Masuki Wilayah DKI Jakarta
10. Serangga tomcat serang Pamekasan - AntaraNews.com
11. Tomcat di Kudus Sahabat Petani
12. VIVAnews - "Tomcat Itu Sahabat Petani, Jangan Dibasmi"
13. Disengat Tomcat Kaki Kanan Syahidan Masih Terasa Gatal ...
14. Menkokesra: Tomcat Tak akan Bergeser ke Luar Jatim - Tribunnews ...